Yakinkan Tak Ada Penundaan, KPU Minta DPR Gelar Rapat Tahapan Pemilu Sebelum Reses

  • Share



BikaSolusi.co.id.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta Dewan Perwakilan Rakyat segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) mengenai tahapan, jadwal, program, dan anggaran Pemilu 2024. Padahal, agenda itu harus sudah dimulai sebelum masa reses Dewan, 15 April mendatang.

Anggota KPU RI Hasyim Asyari mengatakan pihaknya tidak merekomendasikan diadakannya RDP pada sidang berikutnya. Apalagi jika ditunda, pembahasan akan tertunda lebih dari dua minggu.

“KPU tetap mengusulkan agar RDP membahas tahapan Pilkada 2024 pekan ini selama sidang ini masih sebelum masa reses, dan agar RDP tidak dilaksanakan pada sidang berikutnya,” kata Hassem dalam keterangannya. . Demikian disampaikan dalam keterangan yang dikeluarkan pada Minggu (11/4/2022).

Menurut Hasim, jika Partai Reformasi Demokratik soal pemilihan umum digelar lebih cepat, publik akan yakin tidak ada niat untuk menundanya. Pemilihan dipastikan akan digelar sesuai jadwal pada 14 Februari 2024.

Baca juga:
KPU memastikan rapat dengar pendapat antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Eropa untuk membahas pemilu tetap sesuai jadwal

“Hal ini untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemilihan umum 2024 akan berjalan sesuai jadwal yang direncanakan dan memberi waktu bagi KPU untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki tahapan yang akan dimulai pada 14 Juni 2022,” kata Hassem.

Diusulkan pula pembahasan RDP pemilu dilakukan pada Rabu 13 April 2022. Pertimbangan lainnya adalah pelantikan anggota baru KPU pada Selasa, 12 April di Istana Negara pukul 13.00 WIB.

Setelah itu, anggota KPU 2022-2027 akan melakukan diskusi internal untuk membahas RDP.

Ia menyimpulkan: “Perlu disarankan agar Sekjen KPU menyurati DPR dan meminta RDP dijadwal ulang pada Rabu 13 April 2022 pukul 13.00.”

Baca juga:
Pastikan Pilkada Diselenggarakan 14 Februari 2024, Jokowi: Tidak Ada Spekulasi Perpanjangan Jabatan

Baca Juga :  Vonis Mati Herry Wirawan Sudah Tepat



  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.