Terbongkar! Rahmat Effendi Diduga Kuat Tarik Uang ASN Dan Camat Untuk Bangun Usaha Glamping Atas Nama Pribadi

  • Share



BikaSolusi.co.id.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga tersangka tidak aktif Wali Kota Bekasi Rehmat Effendi (RE) memerintahkan penarikan dana dari Camat dan Pegawai Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi untuk membangun kemah glamor (mewah) atas nama pribadi. .

Untuk memastikan dugaan tersebut, tim penyidik ​​memeriksa sembilan saksi dalam penyidikan kasus dugaan pencucian uang (TPPU) terkait korupsi pengadaan, kata juru bicara Satgas Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Barang dan Jasa serta Lelang Ditempatkan di Pemkot Bekasi (Bimkot), di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (5/4).

“Sembilan saksi hadir dan dikonfirmasi sehubungan dengan dugaan perintah penarikan sejumlah dana oleh tersangka RE dari camat dan pegawai negeri sipil pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk membangun kemah penyihir (mewah), itu Tempat wisata dengan tenda-tenda mewah ini juga diduga kepemilikan lokasi glamping atas nama RE Personal. di antara.

Kesembilan saksi tersebut adalah Bupati Bekasi Utara Zalaldin, Bupati Bekasi Timur Wedi Tiaurman, Bupati Pondok Gedi Nissan Sujana, Bupati Bantar Gepang Asep Gunawan, Bupati Mustikagaya Gutus Hermawan, dan Bupati Jatiyasih Mariana.

Baca juga:
Kasus Pencucian Uang Rahma Effendi, KPK Periksa Enam Bupati, Sekretaris BPKAD Kepala DPPKB Bekasi Marisi

Berikutnya, Kepala Biro Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Bekasi, Marise, Inspektorat Pegawai Negeri Sipil (ASN) Kota Bekasi Diane Herdiana, dan Sekretaris Badan Pengelola Aset dan Keuangan (BPKAD) Kota Bekasi.

Pada Senin (4/4), KPK mengumumkan nama Rahmat Efendi (RE) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang.

Putusan ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bakassi yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Rehmat Effendi.

Baca Juga :  Sempat Mundur, Proyek Antam-Inalum Ditarget Tuntas Juli 2023

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, setelah mengumpulkan berbagai bukti dari pemeriksaan sejumlah saksi, tim penyidik ​​memunculkan dugaan tindak pidana lain yang dilakukan oleh Rahmat Effendi hingga penyelidikan baru diluncurkan atas dugaan pencucian uang.

KPK menduga tersangka Rehmat Effendi telah membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan sumber kekayaannya yang diduga diperoleh dari hasil korupsi.

Baca juga:
Antrian Pejabat Pemkot Bekasi oleh KPK, dan Penyidikan Terkait Kasus M.L Walkot Rahmat Effendi

Sebelumnya pada Kamis (1/6), KPK menetapkan total sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Mereka terdiri dari lima penerima suap dan empat pemberi suap

Penerima suap adalah Rehmat Effendi (RE), Sekretaris DPMPTSP M. dan Kantor Wilayah Permukiman Jumana Lutfi (JL).

Sementara itu, para penerima suap adalah Direktur PT ME Ali Amrill (AA), Pihak Khusus Lai Bui Min (LBM), Direktur PT KBR Suryadi (SY), dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS). .



  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.