PKB Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia: Beban APBN Bertambah

  • Share


PKB minta pemerintah waspadai kenaikan harga minyak dunia: beban kenaikan anggaran negara
Ilustrasi kilang minyak di tengah laut. foto: shutterstock

Anggota Komite Keenam DPR Rita Gueta Sari mengungkapkan, setiap kenaikan harga minyak dunia senilai satu dolar AS akan berdampak pada besarnya subsidi energi yang harus ditanggung APBN.

Bahkan, saat ini ada kenaikan rata-rata harga minyak global sekitar $60 per barel dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Rita dalam diskusi panel bertajuk “Dampak Kenaikan Harga Minyak Internasional Terhadap Ketahanan Energi dan Stabilitas Nasional” di Kompleks Parlemen Jakarta.

Rita mengatakan, Selasa (29): “Situasi yang tak terhindarkan adalah selain menambah beban APBN, kenaikan harga minyak dunia tentu akan menaikkan harga berbagai kebutuhan pokok, karena kenaikan biaya produksi dan biaya distribusi yang lebih tinggi. ” / 3).

Politisi PKB ini menilai, kini saatnya pemerintah benar-benar serius menyiapkan energi baru terbarukan.

Meskipun investasi di sektor ini mahal, itu dalam jangka panjang. Energi terbarukan dapat menjadi penyelamat bagi kebutuhan energi negara.

"Indonesia sangat besar dalam energi terbarukan, termasuk energi matahari, panas bumi, air dan angin. Semua potensi energi ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi kita di masa depan.”

PKB minta pemerintah waspadai kenaikan harga minyak dunia: beban kenaikan APBN (1)
Mobil berbaris di sebuah pompa bensin di Kyiv, Ukraina, Kamis, 24 Februari 2022. Foto: Efrem Lukatsky/AP

Juga pada kesempatan ini, Ketua Fraksi PKB, Kokun Ahmed Syamsurigal mengatakan, dia memperkirakan kenaikan harga minyak dunia akan berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi lokal.

Pemerintah juga diminta mewaspadai dampak negatif kenaikan harga minyak dunia, termasuk kenaikan harga BBM dalam negeri.

"Cepat atau lambat, kenaikan harga minyak dunia akan berdampak pada harga BBM di dalam negeri. Situasi ini harus segera diantisipasi agar tidak terjadi gangguan jika pemerintah harus menaikkan harga BBM." kata kepompong.

Lebih lanjut, Kukun mengatakan Indonesia merupakan net importir komoditas migas. Meskipun Indonesia memproduksi minyak mentah dan turunannya, hal tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Baca Juga :  Jadwal Buka Puasa Surabaya, Sabtu 2 April 2022

"Impor migas selama tahun 2021 sebesar $196,2 miliar atau setara dengan Rp2,024 triliun.

PKB minta pemerintah waspadai kenaikan harga minyak dunia: beban peningkatan anggaran negara (2)
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kukun Ahmed dan anggota DPR RI dari Fraksi PKK Fattan Subchi memimpin acara Millennium Road to Parliament di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10). Foto: Fani Kusumordani/Kumbaran

Menurut Cucun, situasi geopolitik saat ini cenderung kurang menguntungkan bagi Indonesia sebagai net importir komoditas migas.

Konflik antara Rusia dan Ukraina juga telah mendorong naiknya harga minyak dunia. Di sisi lain, harga minyak Indonesia juga terpengaruh, mencapai level 114 USD per barel.

"Situasi ini tentu berdampak pada berbagai hal krusial, termasuk struktur APBN yang terbebani dan kenaikan harga komoditas.”

Selain Rita, hadir juga sebagai referensi FGD adalah Ali Nasir, Presiden Indonesian Petroleum Association, S. Herry Putranto, Presiden Indonesian Oil and Gas Society, dan M Kholid Syeirazi dari Center for Energy Policy.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.