Masyarakat di Posisi Tak Menguntungkan

  • Share


bikasolusi.co.id.com – Harga Bahan Bakar Minyak Pertamax (BBM) mengalami kenaikan. Anggota Komite Ketujuh DRC dari Fraksi PKS, Mulyanto, mengatakan PT Pertamina (Persero) tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan anggota dewan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak Pertamax.

Mulyanto meminta pemerintah konsisten mengambil kebijakan terkait harga BBM di dalam negeri. Selain itu, kebijakan ini seharusnya diterapkan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat yang belum pulih dengan baik akibat pandemi Covid-19.

Di masa-masa awal pandemi, ketika harga minyak dan gas dunia turun ke level terendah, pemerintah tidak menurunkan harga Pertamax. Nah, saat harga minyak dan gas naik, pemerintah langsung menaikkan harga Pertamax. Ini tidak konsisten. “Masyarakat dirugikan,” kata Mulianto kepada wartawan, Sabtu (2/4).

Wakil Ketua Umum Partai PKS itu menegaskan, ke depan pemerintah harus konsisten dengan kebijakan bahan bakar umum yang harganya bergerak sesuai mekanisme pasar.

“Biarkan pasar yang menentukan harga melalui persaingan yang sehat antara Pertamina dengan perusahaan swasta lainnya, sehingga terbentuk harga yang adil,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan BBM jenis Pertamax juga akan langsung menekan Pertalite. Pasalnya, pengguna Pertamax dipastikan akan beralih ke Pertalite.

“Karena selisih harga yang terlalu besar antara Pertamax dan Pertalite akan mendorong hal itu terjadi,” katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax yang berlaku mulai 1 April 2022. Kenaikan tersebut telah dilakukan di beberapa daerah antara lain Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Harga Pertamax naik menjadi Rs 12.750 per liter.

Sementara di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), harga Pertamax naik dari Rs 9.200 menjadi Rs 12.500 per liter.

Baca Juga :  9 WNI yang Terjebak di Kota Chernihiv Ukraina Berhasil Dievakuasi

Editor: Eddy Bramana

Wartawan: Junawan Wibisono



  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.