Persoalan Migor masih Buntu, Komunikasi 3 Kementerian Dipertanyakan

  • Share


bikasolusi.co.id.com – Isu minyak goreng yang rela harganya begitu meresahkan masyarakat. Sejak enam bulan terakhir, kenaikan harga minyak goreng mencapai 34 persen. Belum jelas harga yang melambung tinggi. Karena meski harga minyak sawit dunia tinggi, perusahaan pengolah minyak sawit terbesar berada di Indonesia.

Pemerintah harus bisa menawarkan solusi terbaik untuk memasok dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri. Namun, solusi yang diterapkan selama ini belum mampu mengatasi masalah tersebut.

Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (SELEOS) Bhima Yudestra mengatakan, tiga menteri terkait perlu dievaluasi, yakni Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perekonomian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini dikarenakan pemerintah belum mampu menyelesaikan masalah komoditas masyarakat.

“Bahkan ada kecenderungan pemerintah ini mengkhawatirkan kepentingan segelintir pemain minyak goreng komersial dan CPO. Termasuk menindak distributor bermasalah, tidak optimal” bikasolusi.co.id.comSabtu (19/3).

Bhima menjelaskan, Mendag harus bisa optimal mengawal rezim perdagangan dan kelancaran operasi komoditas. Namun, hal itu dilanggar dengan menghilangkan harga eceran tertinggi minyak goreng kemasan dan menawarkannya dengan harga pasar.

Padahal, kata Bima, langkah tersebut bisa berdampak sangat besar, terutama bagi kalangan menengah yang pendapatannya belum pulih seperti sebelum pandemi. “Ternyata butuh waktu lebih lama untuk bergerak melawan permainan kartel makanan,” katanya.

Editor: Dinarsa Cornewan

Reporter: Romis Pinkasry



Baca Juga :  Presiden Ukraina Pidato di Hadapan Kongres AS, Ini Isinya
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.