Penyebab Sering Haus, Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius

  • Share


Rasa haus sebenarnya merupakan kondisi normal yang menandakan bahwa tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan proses metabolisme. Namun, merasa haus sepanjang hari, terutama jika Anda minum cukup air, bisa menjadi pertanda kondisi atau penyakit tertentu. Simak penyebab sering haus di artikel ini.

Rasa haus yang normal merupakan tanda bahwa tubuh membutuhkan cairan sebagai respons terhadap beberapa kondisi, seperti:

pengeringan

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda tidak banyak minum, banyak mengkonsumsi minuman beralkohol, mengalami diare, muntah-muntah, atau banyak berkeringat.

Selain itu, aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama dapat menyebabkan heat stroke yang dapat menyebabkan rasa haus, pusing bahkan pingsan.

Mengkonsumsi makanan tertentu

Makan makanan, terutama makanan pedas dan asin, bisa membuat tubuh merasa haus dan ingin mengambil lebih banyak cairan. Selain itu, konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG seringkali juga menimbulkan keluhan sering haus.

Ini karena MSG dan garam yang memberikan rasa asin dan gurih mengandung natrium. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, mineral ini bisa merangsang rasa haus.

Kehamilan

Ibu hamil umumnya merasa sangat haus dan ingin sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena perubahan hormonal selama kehamilan.

Selama kehamilan, tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak cairan untuk mendukung sirkulasi darah janin. Selain itu, seorang ibu hamil juga perlu minum air putih yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin serta produksi cairan ketuban dalam jumlah yang tepat.

Baca Juga :  50 Ucapan Maaf Menjelang Ramadhan Singkat, Cocok Jadi Status Medsos

Efek samping obat

Setiap obat memiliki efek sampingnya masing-masing. Ada beberapa obat yang dapat menimbulkan efek samping berupa sering haus, yaitu lithium untuk gangguan mood dan diuretik yang dapat merangsang pembentukan urin lebih banyak.

Penyakit yang dapat menyebabkan sering haus

Selain hal-hal tersebut di atas, masih banyak penyakit yang dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan atau polidipsia (keinginan untuk banyak minum). Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kondisi ini:

1. Diabetes

Diabetes mellitus atau penyakit kencing manis adalah penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah menjadi terlalu tinggi dan sulit dikendalikan. Penyakit ini terjadi karena hormon insulin tidak bekerja dengan baik atau tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup.

Ketika gula darah atau kadar glukosa terlalu tinggi, ini dapat menyebabkan ginjal perlu memproduksi lebih banyak urin untuk membantu mengeluarkan glukosa dari tubuh. Efeknya, penderita diabetes akan merasa haus terus menerus.

Selain sering haus, diabetes juga dapat menyebabkan penderitanya memiliki gejala lain, seperti luka yang sulit sembuh, sering lelah, lapar, dan sering buang air kecil.

Pada ibu hamil, keluhan sering haus terkadang juga perlu mendapat perhatian karena ini bisa menjadi tanda diabetes gestasional, yaitu diabetes pada ibu hamil.

2. Diabetes insipidus

Diabetes insipidus tidak berhubungan dengan diabetes, karena diabetes insipidus terjadi akibat gangguan hormon antidiuretik (ADH) atau vasopresin yang mengatur kadar cairan dalam tubuh. Penderita penyakit ini akan menghasilkan urin dalam jumlah yang berlebihan sehingga akan sering merasa haus.

3. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes yang serius dan mengancam jiwa. Karena tubuh kekurangan insulin, glukosa dalam darah tidak dapat digunakan dan sulit dikendalikan, sehingga tubuh memecah jaringan lemak sebagai sumber energi untuk menggantikan glukosa. Ini akan menyebabkan keton berbahaya menumpuk di dalam tubuh.

Baca Juga :  NPWP biasanya menjadi persyaratan sebelum wajib pajak melaporkan Surat

Ketoasidosis diabetik Paling sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1, dan terkadang pada diabetes tipe 2. Selain rasa haus, keluhan lain dari ketoasidosis diabetikum adalah sering buang air kecil, merasa sangat lelah, nyeri di perut bagian atas, napas berat dan sesak napas. bahkan koma.

4. Anemia dalam hal ini

Anemia sel sabit adalah suatu kondisi di mana sel darah merah memiliki bentuk yang tidak normal. Pada orang dengan anemia sel sabit, eritrosit, yang biasanya dua lumen dan fleksibel, tampak berbentuk bulan sabit dan kaku, dan mengandung hemoglobin yang rusak.

Sel darah merah yang tidak normal dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada organ dan jaringan tubuh. Jika terjadi kerusakan ginjal, akan muncul keluhan sering haus.

Penderita anemia sel sabit juga mungkin merasakan kekurangan energi, sesak napas, dan cepat merasa lelah, terutama setelah berolahraga.

Merasa haus setelah berolahraga, lelah, atau berpuasa adalah hal yang wajar. Namun, jika Anda terus-menerus haus, terutama jika Anda sudah minum cukup air, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Hal ini penting agar dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberikan pengobatan yang tepat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.