Ternyata Inilah Pentingnya Tes HIV AIDS Sebelum Menikah

  • Share


Pemerintah Indonesia merekomendasikan tes HIV untuk calon pengantin sebelum menikah. Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan sebelum menikah untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan bagi calon pengantin dan keturunannya. Selain untuk pencegahan, tes kesehatan pranikah juga digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi pranikah.

Manfaat Cek Kesehatan Sebelum Menikah

Tujuan utama pemeriksaan kesehatan pranikah adalah agar setiap calon pasangan mengetahui status kesehatan sebelum menikah dan mencegah kemungkinan penyakit serius diturunkan kepada pasangan atau keturunannya.

Karena tes ini dilakukan sebelum pernikahan, pemeriksaan kesehatan pranikah dapat berguna dalam mengantisipasi dan mengobati masalah kesehatan yang ada pada calon pengantin. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan ini adalah 6 bulan sebelum pernikahan.

Selain sebagai syarat untuk memiliki akta pranikah, beberapa kelebihan dan kegunaan pemeriksaan kesehatan pranikah, yaitu:

  1. Ciptakan keluarga yang sehat

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dapat menciptakan kualitas keluarga yang baik di masa depan. Dengan pemeriksaan kesehatan pranikah, Anda akan memiliki keputusan dan rencana yang baik untuk menjaga, mendorong, dan mendukung kesehatan diri sendiri, pasangan, dan keturunan Anda. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat mendorong calon pengantin untuk lebih percaya diri dan terbuka satu sama lain tentang riwayat kesehatan mereka.

  1. Merencanakan program kehamilan

Pemeriksaan kesehatan pranikah dapat membantu merencanakan kehamilan yang sehat bagi calon istri. Pemeriksaan fisik, penyakit menular, dan kesehatan reproduksi diharapkan dapat mencegah komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

  1. Mencegah gangguan kesehatan pada anak

Tes kesehatan pranikah berguna dalam mendeteksi dan mencegah kelainan bawaan dari calon pasangan yang berpotensi menularkan kepada anak. Hal ini dapat berkaitan dengan penyakit genetik (thalassemia), diabetes mellitus, dan penyakit menular (sifilis, HIV, hepatitis B, hepatitis C, TORCH).

  1. Mencegah infertilitas (gangguan kesuburan)
Baca Juga :  Apakah Semua Pasien Ginjal Perlu? Simak Penjelasannya

Pemeriksaan kesuburan bagi calon pengantin pria dan wanita dapat membantu mencegah kesulitan memiliki anak setelah menikah. Jika ditemukan masalah kesuburan, bisa diketahui sebelum menikah agar bisa segera dilakukan pengobatan.

  1. Pemeriksaan fisik. Hal ini dilakukan secara menyeluruh dan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tanda vital hingga kesehatan fisik secara umum dari ujung kepala hingga ujung kaki.
  2. Tes penyakit genetik. Yang dimaksud dengan penyakit genetik adalah penyakit yang ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu penyakit genetik yang harus dicegah adalah thalassemia, karena dapat membuat penderitanya menderita anemia atau kekurangan darah.
  3. Skrining penyakit menular. Penyakit menular seperti HIV, hepatitis B dan sifilis terdeteksi pada calon pengantin sehingga pengobatan dapat diberikan secepat mungkin. Pengobatan yang tepat dan efektif dapat mengantisipasi dan mencegah penularan penyakit kepada calon pengantin dan anak-anaknya.
  4. Pemeriksaan kelamin. Tes ini memprediksi masalah kesuburan atau kemandulan. Pemeriksaan calon pasangan menentukan ada tidaknya kelainan sehingga dapat merencanakan pengobatan sesegera mungkin.
  5. Periksa TORCH. Penyakit api (toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex, dan HIV) berpotensi meningkatkan risiko cacat bawaan pada janin. Oleh karena itu, penting dilakukan deteksi dini TORCH guna mencegah komplikasi dan merencanakan kehamilan yang sehat.

Bagaimana jika hasil tes AIDS positif sebelum hamil?

HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV. Jika HIV tidak diobati, pengidap HIV dapat mengalami kondisi yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah kumpulan gejala yang terjadi akibat menurunnya fungsi sistem kekebalan tubuh seseorang akibat HIV.

Penularan HIV dapat terjadi melalui kontak seksual, berbagi jarum suntik (narkoba), melalui transfusi darah, atau penularan dari ibu ke anak. Meskipun seseorang tidak dapat pulih dari HIV, pengobatan dengan obat antiretroviral saat ini dapat secara efektif mengendalikan HIV sehingga orang yang terinfeksi dapat hidup sehat dan normal serta melindungi pasangannya.

Baca Juga :  Ingin Tampil Keren? Padukan Sepatu Casual Pria dengan Gaya Ini – Cucum Suminar

Jika Anda atau pasangan mengetahui bahwa tes HIV/AIDS mereka positif, tidak perlu khawatir atau takut. Skrining pranikah dilakukan sebagai bentuk pencegahan, sehingga jika salah satu pasangan dinyatakan positif, bukan berarti tidak boleh menikah. Konseling, edukasi dan pengobatan HIV/AIDS menjadi solusi untuk mengantisipasi hal tersebut.

Anda dan pasangan dapat menyembuhkan HIV/AIDS selama kurang lebih 6 bulan dengan meminum obat antiretroviral (ARV). Terapi antiretroviral yang efektif dapat mengendalikan jumlah virus sehingga Odha dapat menjalani hidup yang sehat dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain, termasuk penularan dari ibu ke anak. Jika HIV berhasil dikendalikan sebelum menikah, kemungkinan memiliki anak tanpa HIV/AIDS juga tinggi.

Tes Perawatan Rumah Lab Rumah 24

Skrining pranikah bertujuan untuk memungkinkan calon pasangan saling mendukung dalam merencanakan masa depan. Oleh karena itu, tidak perlu takut melakukan tes HIV sebelum menikah agar memiliki keluarga yang sehat dan generasi penerus yang lebih baik.

Homecare24 menyediakan layanan pengujian lab di rumah untuk Anda. Layanan Pengujian Laboratorium adalah layanan di mana seorang perawat Homecare24 mengambil sampel darah atau tubuh untuk digunakan dalam pengujian laboratorium. Sampel akan diperiksa untuk mengetahui kesehatan Anda sehingga Anda dapat terus menjaga kesehatan atau mengobati penyakit Anda. Pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium tepercaya yang dapat memberikan Anda hasil yang akurat.

Referensi:

  1. Menteri Kesehatan. Pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. situs Kementerian Kesehatan. 2018 [online]
  2. Menteri Kesehatan. 7 Jenis Tes Pra Nikah Pastikan calon pengantin akan menjalani. situs Kementerian Kesehatan. 2019 [online]
  3. informasi kesehatan FKUI. Pengantin yang terhormat, inilah pentingnya tes HIV/AIDS sebelum menikah. situs web FKUI. 2021 [online]
  4. Universitas Padjajaran. Inilah manfaat skrining pranikah bagi calon pasangan suami istri. Situs Universitas Padjadjaran. 2021 [online]
  5. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. HIV: tentang human immunodeficiency virus. situs web CDC. 2021 [online]
  6. Sumber gambar: Freepik
Baca Juga :  Simak, Inilah Cara Merawat dan Mengobati Luka Diabetes

Oleh: dr. Felicia Pospitasari

Editor: Karen Naomi

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.