Pelatihan Vokasi Optimalkan Peran Perempuan Bangun Daya Saing Industri

  • Share


BikaSolusi.co.id – Direktur Prospera David Nellor Women mewakili 54 persen tenaga kerja Indonesia, sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Penting bagi sistem pendidikan dan pelatihan Indonesia, lingkungan kerja, dan industri untuk mendukung dan inklusif terhadap partisipasi dan pemberdayaan perempuan yang lebih besar.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkandia menyerah“, Atau stagnasi yang dihadapi perempuan yang cenderung mendapat dampak lebih besar dari pandemi ini.”

Kebijakan untuk mengurangi ketimpangan dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam STEM dikemukakan oleh Direktur Tenaga Kerja Papinas Mahatmi Parwitasari Saronto, termasuk mendidik keluarga atau keluarga dan masyarakat, dan meningkatkan mekanisme pembelajaran STEM dengan menyediakan guru, materi dan proses.

“Selain itu, perlu ditingkatkan layanan bimbingan karir, beasiswa positif dan respon kemudi seks. lalu kurangi kesenjangan gendermemfasilitasi akses perempuan ke pasar tenaga kerja, dan mendukung kebijakan transformasi ekonomi yang menciptakan lebih banyak pekerjaan STEM.”

Kesetaraan gender di Indonesia berdampak pada peningkatan PDB nasional. Sebuah studi dari McKinsey Global Institute Report (2015) mencatat bahwa kesetaraan gender diyakini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan PDB sebesar US$135 juta pada tahun 2025.

“Oleh karena itu, kami terus menjalin kerjasama dengan berbagai mitra, baik di dalam maupun di luar negeri untuk dapat meningkatkan partisipasi peran perempuan dalam pembangunan sektor industri dan ekonomi,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) tersebut. di kementerian. Industri, Arus Gunawan. di Jakarta.

Beberapa waktu lalu, BPSDMI Departemen Perindustrian bekerjasama dengan Prospera dengan dukungan Pemerintah Australia mengadakan webinar untuk Hari Perempuan Internasional 2022 bertajuk “Breaking the Prejudice” di TVET dan STEM (Webinar Hari Perempuan Internasional 2022: “Mematahkan Bias” di TVET dan STEM).

Baca Juga :  Perajin Tempe Manfaatkan Kacang Koro Sebagai Bahan Baku

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Kementerian Perindustrian terhadap kesetaraan gender dan upaya mendorong peran perempuan dalam pendidikan.” Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET) Serta Sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM), sehingga lebih efisien dan kompetitif sesuai kebutuhan saat ini.”

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh satuan pendidikan Kementerian Perindustrian beserta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Babinas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kementerian Tenaga Kerja.

Peserta lainnya berasal dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), VAPRO International Indonesia, Technical and Vocational Education and Training Reform Program-GIZ, ILO, Skills for Competitiveness (S4C) Switzerland, dan Asian Bank Pembangunan , UNESCO-UNEVOC, dan Sekretariat ASEAN.

“Webinar ini juga merupakan forum diskusi bagi kementerian, lembaga, organisasi, industri dan satuan pendidikan untuk menyusun strategi peningkatan peran fokus perempuan dalam profesi dan lembaga teknis, perempuan di dunia kerja, dan di dunia industri,” kata Arous.

Berdasarkan data British Statistics Office pada Agustus 2021, jumlah pekerja perempuan di sektor industri mencapai 43,82% dari total jumlah pekerja di sektor industri yang berjumlah 18,69 juta orang. Sedangkan komposisi perempuan terdiri dari 12% dari seluruh lulusan disiplin terkait STEM di Indonesia.

“Melalui kegiatan webinar ini, BPSDMI Kemenperin berupaya berkontribusi untuk meningkatkan peran perempuan pada posisi dan kualifikasi di Sulit “Iptek, Teknik, dan Matematika,” tambah Arus. (*/atr)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.