Vonis Mati Herry Wirawan Sudah Tepat

  • Share



Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Busbayoga menyampaikan apresiasi atas putusan kasasi itu Hukuman mati kepada terpidana Harry Werawanpenjahat kekerasan seksual Eksploitasi 12 siswi di Bandung, Jawa Barat.

“Kami mengapresiasi putusan kasasi Hakim Pengadilan Tinggi Bandung yang menurut kami sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan harapan masyarakat,” kata Menteri PPPA dalam keterangannya, Jakarta, Selasa.

Disebutkan pula bahwa putusan ganti rugi yang dijatuhkan kepada pelaku sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami menghormati keputusan itu juga, termasuk upaya hukum lain yang mungkin dilakukan terpidana melalui banding,” katanya.

Bergantung pada putusan hakim, banyak pertimbangan yang memberatkan hukumannya kepada terpidana antara lain perbuatan terdakwa yang menimbulkan syok dan penderitaan bagi korban dan orang tua korban, serta perbuatan terdakwa yang dianggap pencemaran nama baik dan merugikan lembaga pesantren. sekolah. gambar agama islam.

Hakim juga memutuskan bahwa anak dari sembilan korban dan anak korban harus diserahkan kepada Pemprov Jabar cq. UPT melindungi perempuan dan anak di Provinsi Jawa Barat setelah mendapat izin dari keluarganya dengan penilaian berkala.

Apabila hasil pengkajian menunjukkan bahwa korban dan anaknya sudah siap mental dan psikis untuk menerima dan mengasuh anaknya kembali dan keadaan memungkinkan, maka anak tersebut dikembalikan kepada anaknya yang menjadi korban.

Hakim pun memutuskan untuk menyita aset/harta milik terdakwa Heri Wirawan yang akrab dipanggil Heri Ben Didi untuk digunakan biaya pendidikan dan kelangsungan hidup anak-anak korban dan anaknya sampai mereka dewasa atau menikah.

Putusan hakim BT Bandung ini sejalan dengan tuntutan hukuman mati dari Jaksa Penuntut Umum BN Bandung.

Baca Juga :  Distributor Sebut Stok Minyak di Ternate Masih Cukup

Dalam hal ini Heri tetap dipidana menurut Pasal 21 KUHAP jis Pasal 27 KUHAP jis Pasal 153 Ayat (3) KUHAP jis Ayat (4) KUHAP jis Pasal 193 KUHAP jis Pasal 222 Ayat (1) jis Ayat (2) KUHAP jis Pasal 241 KUHAP jis Pasal 242 KUHAP, PP Nomor 27 Tahun 1983, Pasal 81 Ayat (1), Ayat (3) jo Pasal 76.D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Anak Perlindungan dari Pasal 65 Ayat (1) KUHP dan ketentuan lain yang relevan.

“Keputusan mengenai hukuman mati dan pengenaan ganti rugi kepada pelaku diharapkan tidak hanya memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus yang sama di kemudian hari, tetapi juga untuk menjamin kepentingan terbaik bagi anak korban dan anak yang tinggal bersamanya. mereka,” kata Menteri Bintang.

(di antara)

[Gambas:Video CNN]




  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.