Manfaat Penerapan Konsep Bangunan Hijau (Green Building)

Ketidakseimbangan ekosistem di bumi makin hari makin terasa dengan adanya proses peningkatan suhu rata-rata dibumi yang diakibatkan oleh climate change. Perubahan suhu dari tahun ke tahun semakin mengkhawatirkan karena adanya pemanasan global. Manusia merupakan pelaku utama dalam menyebabkan permasalahan yang ada. Oleh karena kebutuhan manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kemajuan zaman, maka pembangunan mulai dari sarana dan prasarana untuk menunjang kebutuhan tersebut diperlukan. Ada pun salah satu penyumbang besar terhadap perubahan iklim adalah operasional gedung yang ada dikota diseluruh dunia.

Semakin pesatnya pembangunan yang terjadi  pada lingkungan kita umumnya tidak disertai dengan kesadaran  terhadap akibat dari kerusakan lingkungan, oleh karena itu diperlukan suatu konsep yang mengharuskan setiap bangunan memiliki sistem berkelanjutan yang dapat menjaga kelestarian alam serta kualitas udara yang ada. Konsep green building merupakan salah satu konsep yang berperan dalam pembangunan berkelanjutan.

Green building atau bangunan ramah lingkungan merupakan tahapan perencanaan, pembangunan dalam operasi pemeliharaan untuk melindungi, menghemat, dan mengurangi penggunaan sumber daya alam. Istilah green building merupakan upaya untuk menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan.

Ada 6 aspek yang menjadi pedoman dalam evaluasi penilaian green building GREENSHIP GBCI (Green Building Council Indonesia) yang terdiri dari:

  1. Tepat guna lahan (Approtiate site development/ ASD)
  2. Efesiensi dan konservasi energi (Energy efficiency  and conservation / EEC)
  3. Konservasi air (Water conservation / WAC)
  4. Sumber dan siklus material (Material resource and cycle / MRC)
  5. Kualitas udara dan kenyamanan ruang (Indoor air health and comfort /IHC)
  6. Manajemen lingkungan bangunan (Building and environment management / BEM)

Ada beberapa aspek utama yang perlu diperhatikan dari konsep green building yaitu:

  1. Pemilihan Material
  2. Penggunaan Energi
  3. Penggunaan Air
  4. Kesehatan, Keamanan dan Kenyamanan Pengguna

Beberapa manfaat dari green building yaitu manfaat lingkungan, ekonomi dan sosial. Manfaat juga dapat dirasakan oleh pemilik dan pengguna bangunan, yaitu:

Biaya penerapan green building yang relatif rendah.

Jika dikategorikan green building tergolong menghemat uang, mulai dari konstruksi awal. Hal ini dikarenakan untuk ramah lingkungan pengurangan pemakaian energi seperti AC dan pemanfaatan cahaya alami. Bangunan yang sehat dapat juga menghemat operasional, untuk dari aspek lingkungan dapat menghemat energi, dan air.

Untuk penghematan uang dapat dirasakan oleh pemilik Gedung. Penelitian oleh California Sustainable Building Task Force pada tahun 2003 menunjukan bahwa investasi sebesar 2% pada desain awal yang ramah lingkungan dapat menyebabkan penghematan yang lebih besar daripada 10 kali investasi awal.

Meningkatkan produktivitas

Sick building syndrome merupakan masalah yang telah mewabah di kantor selama beberapa tahun belakangan ini, dengan penggnakan sistem ventilasi dan penggunaan material bangunan yang tidak beracun. Penghuni yang sehat dan nyaman akan lebih produktif dalam bekerja, karena ketika bangunan dikategorikan bangunan tidak sehat mempunyai ruangan yang kurang oksigen sehingga penghuni bangunan tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Green building memiliki nilai pasar yang lebih tinggi

Bangunan green building pada umumnya bangunan yang simple dan iconic. Bangunan ini menyimpan nilai jual yang tinggi karena, pembeli dapat diberikan pembekalan mengenai utilitas bangunan dan biaya pemeliharaan yang lebih rendah dibandingan bangunan yang non green building.

Permintaan listrik lebih rendah di green building

Manfaat yang paling penting dari green building adalah mengurangi permintaan utiilitas listrik, gas dan air sehingga infrastruktur seperti ini dapat dikurangi. Dalam masalah energi net zero building dan zero energy homes yang efisien, bangunan-bangunan tersebut secara nyata mengembalikan listrik ke jaringan utilitas, dan tidak menghasilkan biaya energi pada akhir tahun.

PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building).

PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id.



SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us