Makin Panas! Rusia Beri Peringatan Baru ke NATO, Kenapa?

  • Share



Jakarta, CNBC Indonesia Rusia mengecam NATO lagi. Hal ini terkait dengan kemungkinan bergabungnya dua negara Eropa yang netral, Finlandia dan Swedia.

Kremlin telah memperingatkan bahwa kegiatan NATO tidak akan membawa stabilitas ke Eropa lagi. Rusia sebelumnya berperang dengan Ukraina karena keinginan Kyiv untuk bergabung dengan pakta pertahanan.

“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa aliansi itu sendiri adalah instrumen konfrontasi,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin.

“Ini bukan aliansi yang memberikan perdamaian dan stabilitas. Perluasan lebih lanjut dari aliansi, tentu saja, tidak akan mengarah pada stabilitas yang lebih di benua Eropa.”

Sebelumnya, pejabat AS mengatakan bahwa Finlandia dan Swedia akan segera bergabung pada musim panas ini, Juni 2022. Serangan Rusia ke Ukraina memicu hal tersebut.

“Rusia membuat kesalahan strategis besar ketika Finlandia dan Swedia tampaknya siap bergabung dengan NATO di awal musim panas,” tulis sumber itu. waktu.

Hal ini menjadi bahan diskusi dan beberapa sesi pembicaraan antara menteri luar negeri aliansi pekan lalu, yang dihadiri oleh Swedia dan Finlandia.

Hal yang sama berlaku untuk pejabat NATO CNN Internasional. Serangan Rusia di Ukraina mendorong kedua negara untuk mempertimbangkan bergabung dengan NATO sebagai hal yang penting.

Finlandia sendiri telah mengaku menyerahkan surat-surat keamanan dan kemungkinan menjadi anggota NATO. Semuanya akan dibahas lebih lanjut di DPRD pada Rabu.

Sosial Demokrat yang berkuasa di Swedia mengatakan peninjauan aksesi NATO akan selesai dalam beberapa bulan ke depan. “Ketika Rusia menyerang Ukraina, postur keamanan Swedia berubah secara radikal,” kata partai itu dalam sebuah pernyataan.

NATO dibentuk pada tahun 1949, dan memiliki 30 anggota. Sebelum melancarkan serangan ke Ukraina, Rusia menuntut agar NATO setuju untuk berhenti memperluas pengaruhnya di masa depan.

Baca Juga :  Membaik, Sudah 5.776.058 Orang Sembuh dari Covid-19

Namun perang menyebabkan lebih banyak pasukan NATO dikerahkan di sisi timurnya, di kawasan Eropa Timur. Ini juga meningkatkan dukungan rakyat untuk keanggotaan Swedia dan Finlandia dalam aliansi.

[Gambas:Video CNBC]

(kepala / kepala)


  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.