KPK Duga Romi Temui Beberapa Pihak Terkait Pengurusan DAK dan DID

  • Share


Romy terdiam satu setengah jam usai diperiksa di KPK.

bikasolusi.co.id.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai mantan Presiden Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Muhammad romahrmozy Nama samaran Romy telah bertemu dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID). KPK juga meyakini ada kesepakatan tertentu terkait pengelolaan DAK dan DID.

Hal itu dibenarkan penyidik ​​saat memeriksa Romy di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Romy dimintai keterangan sebagai saksi terkait penyelenggaraan DAK dan DID sejak 2017 hingga 2018.

“Rumi hadir dan dikonfirmasi terkait dugaan pertemuan saksi dengan beberapa pihak dalam pengelolaan dana DAK dan DID pada 2018 dan diduga ada kesepakatan tertentu dalam pemerintahan yang ditunjukkan oleh pihak terkait dalam kasus ini,” kata penjabat. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Romy tetap bungkam setelah diperiksa penyidik. Dia menolak berkomentar tentang pemeriksaannya kali ini. Ia memilih untuk tidak membenarkan pertanyaan dari awak media yang telah menunggunya.

Romy diperiksa dalam waktu sekitar satu jam 30 menit. Mengenakan celana hitam serta kaus oblong dan jaket putih, mantan anggota DPR itu masuk ruang pemeriksaan sekitar pukul 10.30 WIB. Romy keluar dari lobi ACA sekitar pukul 11.58.

Sebelumnya, pemeriksaan Rumi terkait kasus yang menjerat mantan Kepala Bidang Pengembangan Pembiayaan Permukiman dan Perumahan Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. KPK saat ini sedang mengembangkan kasus terkait Yaya Purnomo.

Yaya divonis enam tahun enam bulan penjara karena terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait pembahasan DAK dan DID di delapan provinsi/kota. Namun, KPK belum mengungkap nama tersangka dalam pengembangan kasus ini.

Baca Juga :  Sepanjang 2021, BNI Salurkan Kredit Xpora Rp 2,49 Triliun

Ali mengatakan, nama tersangka tidak akan diungkapkan hingga setelah penahanan dilakukan. Sementara itu, mantan narapidana kasus korupsi Romy dibebaskan pada 29 April 2020. Saat itu Romy terbukti terlibat suap menduduki jabatan atau jual beli pekerjaan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Dia divonis dua tahun penjara dan denda 100 juta rupee, ditambah tiga bulan penjara. Namun, Pengadilan Tinggi DKI di Jakarta kemudian meringankan hukuman menjadi satu tahun penjara dan denda 100 juta rupee, ditambah tiga bulan penjara.



  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.