Cara menghadapi anak tantrum saat meminta sesuatu

  • Share


Tantrum adalah masalah perilaku yang cukup umum pada anak-anak karena ketidakmampuan untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata. Sangat sering, anak-anak menggunakan perilaku ini sebagai senjata untuk membuat marah orang dewasa, terutama orang tua mereka.

Melihat fakta tersebut, penting bagi kita untuk menghentikan kebiasaan tantrum pada anak saat menginginkan sesuatu sesegera mungkin.

Berikut beberapa situasi yang bisa kita lakukan untuk menghadapi anak yang suka mengeluh agar kebiasaan anak tantrum berhenti.

Pahami keinginan anak

Tentu kasus anak yang tantrum saat meminta sesuatu sangatlah sulit. Sebagai orang tua, kita bisa mulai memahami tuntutan yang dilakukan anak sejak dini. Apakah permintaan ini sesuatu yang kami janjikan tetapi tidak berhasil? Atau apakah anak itu bersikeras karena dia dipindahkan sebelumnya tetapi kita mengabaikannya sebagai orang tua? Atau hanya keinginan seorang anak yang tiba-tiba muncul ketika, katakanlah, dia sedang bepergian ke pusat perbelanjaan?

Berikan pemahaman yang logis

Setelah memahami keinginan anak, kita bisa menanggapinya dengan memberi nasehat atau memberikan penjelasan/alasan logis kepada anak dengan cara yang lembut dan tidak membentak. Kita bisa jujur ​​kepada anak-anak kita bahwa kita tidak suka ketika anak-anak menggerutu/mendorong ketika mereka menginginkan sesuatu.

Pahami situasi ketika mencoba menasihati anak

Saat anak mengamuk di tempat umum, sebaiknya jangan langsung memarahi anak agar tidak menjadi pusat perhatian, tetapi bawa dia ke tempat yang sepi untuk berbicara dengannya. Anda dapat menjelaskan bahwa membentak, menendang, dan melempar barang di depan umum bukanlah perilaku yang baik dan tidak boleh dilakukan. Kita juga bisa mengajari anak untuk malu ketika menjadi pusat perhatian saat mengamuk di tempat umum yang ramai.

Baca Juga :  4 Cara Membasmi Jamur pada Tanaman dengan Mudah & Efektif
Buat kesepakatan dengan anak-anak

Untuk menghindari tantrum di tempat umum, kita bisa membuat kesepakatan dengan anak terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan. Kita bisa membuat kesepakatan dengan anak, misalnya:

“Kalau mau belanja dengan ibumu, kamu tidak bisa meminta adikmu untuk membelikan mainan, karena uang yang dia keluarkan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di rumah.”

Sebagai orang tua kita juga bisa meminta anak kita untuk membuat janji sambil mengulang-ulang kalimat yang kita sampaikan, seperti:

“Saya tidak akan membeli mainan di sana dan saya tidak akan berteriak, tidak ada anak-anak yang bersikeras membeli sesuatu. Saya berjanji pada ibu dan ayah.”

Kesimpulan

Perlu dipahami bahwa kebiasaan tantrum atau merengek pada anak atas permintaan sesuatu bukanlah sesuatu yang akan berubah atau hilang seketika dalam sekejap. Namun, jika kita sebagai orang tua dapat secara konsisten menanggapi amukan anak dengan kebaikan daripada berteriak, itu dapat membantu anak secara bertahap memahami situasi dengan lebih baik. Semoga penjelasan dan saran ini bermanfaat.

Berbicara tentang Pelatihan Komunikasi untuk Anak, Kantor Psikologi Berpengalaman, Quantum Edukasindo Paradigma memiliki program menarik yang mendukung anak-anak untuk terampil berkomunikasi. Salah satunya adalah pelatihan komunikasi antara anak dan orang tua. Dengan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, maka akan tercipta hubungan yang lebih efektif dan harmonis.

Quantum Educacindo Paradigma (QEP), sebuah kantor psikologi berpengalaman dengan program pelatihan dan pengembangan untuk sumber daya manusia dan pengujian kecerdasan On line. QEP memberikan tes minat dan kemampuan bagi orang tua yang ingin mengetahui dan menggali potensi anaknya secara optimal.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.