Amalan-Amalan Sunnah Selama Ramadhan, Rugi Jika Ditinggalkan

  • Share


Sunnah dari amalan-amalannya di bulan Ramadhan, yang hilang jika dibiarkan. Amalan Sunnah Nabi di bulan Ramadhan tidak boleh diabaikan, demi keutamaan dan kesempurnaan ibadah.

Dalam hal ini, Syekh Muhammad bin Omar Nawawi Al-Bantani (w. 1316) menjelaskan hal ini kepada kami. Sebagaimana dilansir NU dalam buku “Niat Al-Zein Dalam Membimbing Pemula” (Dar Al-Fikr, Beirut, ed. 1, hal. 194), beliau menulis bahwa ada 10 amalan sunni yang harus dilakukan selama puasa. .

Inilah Sunnah Nabi di Bulan Ramadhan, Hilang Jika Ditinggalkan

1. Makan Sahur

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Selamat sahur, karena ada berkah di dalam sahur.

Yang dimaksud dengan sahur adalah: (Makanlah sahur, karena dalam sahur ada berkah) (HR Bukhari).

Aktivitas sahur itu sendiri dicapai dengan memakan sesuatu meskipun itu sedikit air atau hanya seteguk air. Waktunya sudah lewat tengah malam. Secara umum, itu berakhir kecuali sampai pada saat keraguan: apakah malam tiba atau fajar menyingsing.

Dalam hadits lain, Nabi bersabda:

Umatku masih baik-baik saja selama mereka memilih makan sahur dan mempercepat berbuka.

Artinya: “Keluargaku selalu baik-baik saja selama mereka selesai sahur dan bersegera berbuka” (H. Ahmad).

2. Bergegas berbuka sebelum sholat magrib

Namun, hal ini tentunya dilakukan setelah memastikan waktu magrib, berdasarkan hadits di atas. Ketika berbuka untuk pertama kali, disunnahkan berbuka dengan kurma.

Jika tidak, harus dengan air, sesuai sabda Nabi:

Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka berbukalah dengan kurma, dan jika tidak menemukan kurma, maka dengan air, untuk air.

Baca Juga :  Mau Feeds Instagram Terlihat Lebih Artsy? Ini 5 Tipsnya

Artinya: Barang siapa yang berpuasa berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Karena air itu mensucikan” (HR Abu Dawud).

Lebih baik memesan kurma basah (kotoran) terlebih dahulu, jika tersedia. Jika tidak, maka dengan kurma kering (kurma). Jika tidak, maka dengan air. Karena dalam riwayatnya, sebelum salat magrib, ia melihat Rasulullah saw. Selalu putus dengan kurma basah.

Jika tidak, itu merusak kurma kering. Jika tidak, itu pecah dengan air putih. Bagaimana jika tidak ada kurma dan air seperti madu dan susu, tetapi ditambahkan madu padahal sama-sama manis.

3. Membaca doa hujan sebelum atau sesudah sarapan

Bacalah doa tasmir sebelum dan sesudah buka puasa, di antaranya doa berikut ini:

Penghuni domba hermetis, ian: dan pelayan padang rumput ‘Ishek’

Artinya: Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, kepada-Mu aku beriman, karena rizki-Mu aku berbuka, kecuali kepada-Mu aku bertawakal. Sesungguhnya matinya dahaga dan basahnya urat dan pahalanya tetap, insya Allah. Wahai esensi dari karunia-Nya, maafkan aku. Segala puji bagi Allah yang telah membimbing saya hingga saya cukup kuat untuk berpuasa. Kemudian dia memberiku rezeki untuk berbuka.

Atau dengan doa yang lebih pendek dan lebih terkenal:

Ya Allah, kepada-Mu aku diam dan diam, dan untuk rezeki-Mu, maka aku memuji rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara yang penyayang

Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa hanya kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku putuskan rizki-Mu, berkat rahmat-Mu, wahai Maha Penyayang lagi Maha Penyayang.”

4. Mandi besar sebelum fajar

– Mandi besar dari samping, haid, atau keluarnya darah nifas sebelum subuh agar bisa menjalankan ibadah dalam keadaan suci, khawatir air masuk ke mulut, telinga, anus, dan sejenisnya jika mandi setelah subuh.

Baca Juga :  11 Rekomendasi Smart TV untuk Nonton Disney Hotstar

Meskipun tidak diinginkan untuk memandikan seluruh tubuh sebelum fajar, bagian-bagian itu (yang jika rentan terhadap masuknya air) harus dicuci dengan struktur mandi besar.

5. Pantang verbal

Secara lisan menahan diri dari hal-hal yang tidak berguna, belum lagi hal-hal yang haram, seperti berbohong dan ghibah. Karena semuanya menjatuhkan pahala puasa.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.