Solar Thermal Cooling System

Sumber: http://www.camel-solar.com/cs/solar-cooling/
Sumber: http://www.camel-solar.com/cs/solar-cooling/

Populasi manusia yang terus bertambah dalam suatu wilayah tentu akan mempengaruhi jumlah pembangunan gedung baik untuk perumahan, perkantoran, maupun industri. Pembangunan yang semakin marak tersebut akan meningkatkan kebutuhan akan sistem tata udara untuk mengkondisikan temperatur ruangan dan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Faktor kenyamanan ini akan berpengaruh pada produktivitas pengguna bangunan tersebut.

Sistem tata udara yang umum digunakan saat ini adalah sistem yang memanfaatkan siklus kompresi uap.  Dalam sistem kompresi uap, kompresor memberikan tekanan pada refrigerant ke tingkat tekanan dan temperatur yang lebih tinggi setelah menghasilkan efek refrigerasi. Refrigerant adalah fluida kerja utama yang digunakan untuk menyerap dan mengantarkan heat atau panas dalam sistem refrigerasi. Saat ini sudah banyak chiller yang memanfaatkan sistem kompresi uap diproduksi dengan memiliki COP tinggi. Padahal chiller tersebut juga mengkonsumsi energi listrik yang besar karena menggunakan kompresor berdaya tinggi.

Sistem refrigerasi yang saat ini masih sangat jarang digunakan adalah yang menggunakan siklus absorpsi. Sistem absorpsi adalah sistem yang memanfaatkan energi panas untuk memproduksi efek refrigerasi atau pemanasan. Dalam siklus absorpsi, peran kompresor di sistem refrigerasi konvensional untuk meningkatkan tekanan dan temperatur sebelum memasuki kondenser digantikan oleh generator yang menggunakan energi termal. Oleh sebab itu, sistem absorpsi lebih hemat energi listrik dibandingkan sistem konvensional karena listrik hanya digunakan pada pompa yang memerlukan listrik jauh lebih rendah dibandingkan kompresor untuk memompa larutan campuran uap refrigerant dan absorben ke generator.

Chiller absorpsi dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan cara memperoleh energi thermalnya yaitu direct-fired dan indirect. Direct-fired adalah hasil pembakaran langsung dengan menggunakan bahan bakar lain seperti CNG. Bila menggunakan chiller jenis ini perlu dipertimbangkan dari mana mendapatkan suplai CNG apakah tersedia jaringan gas kota atau harus menyuplainya dari pihak lain. Jika pilihan kedua, perlu dipertimbangkan berapa biayanya karena bisa saja justru jadi lebih tinggi daripada bila menggunakan chiller kompresi uap.

Chiller absorpsi Indirect memanfaatkan energi termal yang berasal dari air panas, steam, atau gas buang ke generator untuk memisahkan refrigerant dengan larutan absorben. Chiller absorpsi jenis ini cocok digunakan pada industri yang belum secara efektif memanfaatkan gas buangnya. Sedangkan bila air panas yang digunakan sebagai sumber energi termal chiller absorpsi dan berasal dari solar collector, maka sistem keseluruhannya disebut Solar Thermal Cooling System.

Solar Thermal Cooling System adalah sistem refrigerasi yang memanfaatkan energi dari matahari untuk memproduksi efek refrigerasi dan kemudian melalui chilled water disalurkan ke terminal pengondisi udara di ruangan-ruangan dalam bangunan seperti AHU atau FCU. Hal tersebut membuat sistem ini sangat hemat konsumsi listrik sehingga dapat membantu mengurangi emisi karbondioksida dari pembangkit berbahan bakar fosil. Selain itu penggunaan refrigeran yang tidak mengandung substansi penyebab efek rumah kaca dan/atau perusak lapisan ozon yaitu air, membuat sistem ini ramah lingkungan.

Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa memiliki potensi energi matahari yang sangat besar. Oleh sebab itu, bila energi matahari yang bisa didapat secara gratis dan dapat diperbarui itu dapat dimanfaatkan untuk sistem pendinginan yang pada umumnya mengkonsumsi energi terbesar di bangunan gedung, maka dapat diperoleh penghematan energi listrik dan pengurangan karbon footprint yang signifikan.

PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building) dan audit energi. PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id atau email di marketing@bikasolusi.co.id

Referensi

Al-Alili, et al. Optimizationof a Solar Powered Absorption Cycle Under Abu Dhabi’s Weather Conditions. Solar Energy Volume 84 issue 12. 2010: 2034-2040

Wang, Shan K. (2001). Handbook of Air Conditioning and Refrigeration. USA: McGraw-Hill

www.energy-concepts.com

Leave a comment

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us