Sekilas Tentang Pencahayaan

Salah satu konsumsi energi yang digunakan pada gedung dan perumahan adalah energi yang dipakai untuk penerangan. Kebutuhan penerangan pada suatu gedung atau rumah berbeda beda berdasarkan kegunaannya. Penerangan pada suatu pusat perbelanjaan atau penerangan dalam sebuah cafe tentu berbeda. Ukuran keterangan dari sebuah lampu biasanya kita sebut sebagai lumen, atau besarnya intensitas energy per meter persegi. Dari segi efisiensi penggunaan jenis lampu dan warna yang dihasilkannya menjadi pembedanya. Mari kita melihat sejarah lampu itu sendiri.

Di abad ke 21 ini  kita  masih menggunakan prinsip seperti awalnya manusia menemukan cahaya dari suatu sumber panas atau api dalam menghasilkan cahaya melalui lampu pijar. Hanya dalam beberapa dekade terakhir produk-produk penerangan menjadi lebih canggih dan beraneka ragam. Perkiraan menunjukan bahwa pemakaian energi oleh penerangan adalah 20 -40%  untuk  pemakaian  energi  total  oleh  bangunan  komersial  dan  sekitar  3  –  10%  untuk pemakaian energi total oleh plant industri. Hampir kebanyakan pengguna energi komersial dan industri peduli penghematan energi dalam sistim penerangan. Seringkali, penghematan energi yang cukup berarti dapat didapatkan dengan investasi yang minim dan masuk akal. Mengganti lampu uap merkuri atau sumber lampu pijar dengan logam halida atau sodium bertekanan tinggi akan menghasilkan pengurangan biaya energi dan meningkatkan jarak penglihatan. Memasang dan menggunakan kontrol cahaya, pengaturan waktu penerangan, dan sistim manajemen energi juga dapat memperoleh penghematan yang luar biasa. Walau begitu, dalam beberapa kasus mungkin perlu mempertimbangkan modifikasi rancangan penerangan untuk mendapatkan penghematan energi yang dikehendaki. Penting untuk dimengerti bahwa lampu-lampu yang efisien, belum tentu merupakan sistim penerangan yang efisien.

Mengenal Tentang Pencahayaan

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang ter-eluminasi dari sumbernya dalam panjang gelombang bervariasi antara 380 nm hingga 700 nm. Perbedaan panjang gelombang ini menyebabkan perbedaan warna cahaya yang nampak, beberapa definisi dan istilah dalam pencahayaan adalah sebagai berikut:

 

Lumen: Satuan flux cahaya; flux dipancarkan didalam satuan unit sudut padatan oleh suatu sumber dengan intensitas cahaya yang seragam satu candela. Satu lux adalah ekivalen dengan satu lumen per meter persegi. Lumen (lm) adalah kesetaraan fotometrik dari watt, yang memadukan respon mata “pengamat standar”.  1 watt = 683 lumens pada panjang gelombang 555 nm.

Intensitas Cahaya dan Flux

Satuan intensitas cahaya I adalah candela (cd) juga dikenal dengan international candle. Satu lumen setara dengan flux cahaya, yang jatuh pada setiap meter persegi (m2) pada lingkaran dengan radius satu meter (1m) jika sumber cahayanya isotropik 1-candela (yang bersinar sama ke seluruh arah) merupakan pusat isotropik lingkaran. Dikarenakan luas lingkaran dengan jari- jari r adalah 4πr2, maka lingkaran dengan jari-jari 1m memiliki luas 4πm2, dan oleh karena itu

flux cahaya total yang dipancarkan oleh sumber 1- cd adalah 4π1m.  Jadi flux cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya isotropik dengan intensitas I adalah:

Flux cahaya (lm) = 4π × intensitas cahaya (cd)

Intensitas Cahaya

Lux: Merupakan satuan metrik ukuran cahaya pada suatu permukaan. Cahaya rata-rata yang dicapai adalah rata-rata tingkat lux pada berbagai titik pada area yang sudah ditentukan. Satu lux setara dengan satu lumen per meter persegi.

Perbedaan antara lux dan lumen adalah bahwa lux berkenaan dengan luas areal pada mana flux menyebar 1000 lumens, katakanlah terpusat pada satu areal dengan luas satu meter persegi, menerangi luas tersebut dengan cahaya 1000 lux. Hal yang sama untuk 1000 lumens, yang menyebar katakanlah pada luas sepuluh meter persegi, hanya menghasilkan cahaya suram 100 lux.

Efficacy Beban Terpasang: Merupakan iluminasi/terang rata-rata yang dicapai pada suatu bidang kerja yang datar per watt pada pencahayaan umum didalam ruangan yang dinyatakan dalam lux/W/m².

Perbandingan Efficacy Beban Terpasang: Merupakan perbandingan efficacy beban target dan beban terpasang.

Luminaire: Luminaire adalah satuan cahaya yang lengkap, terdiri dari sebuah lampu atau beberapa lampu, termasuk rancangan pendistribusian cahaya, penempatan dan perlindungan lampu-lampu, dan dihubungkannya lampu ke pasokan daya.

Tinggi mounting: Merupakan tinggi peralatan atau lampu diatas bidang kerja.

Efficacy cahaya terhitung: Perbandingan keluaran lumen terhitung dengan pemakaian daya terhitung dinyatakan dalam lumens per watt.

Indeks Ruang: Merupakan perbandingan, yang berhubungan dengan ukuran bidang keseluruhan terhadap tingginya diantara tinggi bidang kerja dengan bidang titik lampu.

Efficacy Beban Target: Nilai efficacy beban terpasang yang dicapai dengan efisiensi terbaik, dinyatakan dalam lux/W/m².

Faktor pemanfaatan (UF): Merupakan bagian flux cahaya yang dipancarkan oleh lampu- lampu, menjangkau bidang kerja. Ini merupakan suatu ukuran efektivitas pola pencahayaan.

Spektrum Cahaya

Spektrum Cahaya

Tidak semua cahaya dapat dilihat oleh mata manusia, hanya dalam spektrum tertentu saja cahaya dapat dilihat oleh mata manusia. Spektru ini ada pada panjang gelombang antara 380 hingga 700 nm.

Suhu Warna

Suhu warna, dinyatakan dalam skala Kelvin (K), adalah penampakan warna dari lampu itu sendiri dan cahaya yang dihasilkannya. Bayangkan sebuah balok baja yang dipanaskan secara terus menerus hingga berpijar, pertama-tama berwarna oranye kemudian kuning dan seterusnya hingga menjadi “putih panas”.   Sewaktu-waktu selama pemanasan, kita dapat mengukur suhu logam  dalam  Kelvin  (Celsius  +  273)  dan  memberikan  angka  tersebut  kepada  warna  yang dihasilkan. Hal ini merupakan dasar teori untuk suhu warna. Untuk lampu pijar, suhu warna merupakan  nilai  yang  “sesungguhnya”;  untuk  lampu  neon  dan  lampu  dengan  pelepasan intensitas tinggi (HID), nilainya berupa perkiraan dan disebut korelasi suhu warna. Di Industri, “suhu warna” dan “korelasi suhu warna” kadang-kadang digunakan secara bergantian. Suhu warna lampu membuat sumber cahaya akan nampak “hangat”, “netral” atau “sejuk”. Umumnya, makin rendah suhu, makin hangat sumber, dan sebaliknya.

Perubahan Warna

Kemampuan sumber cahaya merubah warna permukaan secara akurat dapat diukur dengan baik oleh indeks perubahan warna. Indeks ini didasarkan pada ketepatan dimana serangkaian uji warna dipancarkan kembali oleh lampu yang menjadi perhatian relatif terhadap lampu uji, persesuaian yang sempurna akan diberi angka 100. Indeks CIE memiliki keterbatasan, namun cara ini merupakan cara yang sudah diterima secara luas untuk sifat-sifat perubahan warna dari sumber cahaya.

Tabel 1. Penerapan kelompok perubahan warna (Biro Efisiensi Energi, 2005)

Kelompok perubahan warna Indeks(Ra) umum perubahan warna CIE Penerapan khusus
1A Ra > 90Dimana perubahan warna yang akurat diperlukan misal pemeriksaan warna cetakan 1B 80 < Ra < 90Dimana pertimbangan warna yang akurat penting atau perubahan warna yang baik diperlukan untuk alasan penampilan misal cahaya peraga 2 60 < Ra < 80Dimana perubahan warna yang cukup/ moderate diperlukan 3 40 < Ra < 60Dimana perubahan warna memiliki sedikit arti namun adanya penyimpangan warna tidak dapat diterima 4 20 < Ra < 40Dimana perubahan warna tidak ada penting sama sekali dan penyimpangan warna dapat diterima

Kesalah pahaman yang umum terjadi adalah bahwa suhu warna dan perubahaan warna keduanya menjelaskan sifat yang sama terhadap lampu. Selain itu, suhu warna menjelaskan penampilan warna  sumber  cahaya  dan  cahaya  yang  dipancarkannya.  Perubahan  warna  menjelaskan bagaimana cahaya merubah warna suatu objek.

PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building) dan audit energi. PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id atau email di marketing@bikasolusi.co.id

Leave a comment

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us