Prasyarat dan Tolok Ukur Tepat Guna Lahan dalam Perangkat Penilaian GBCI untuk Existing Building

Semakin pesatnya pembangunan yang terjadi  pada lingkungan kita pada umumnya tidak disertai dengan kesadaran terhadap  akibat dari kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsep yang mengharuskan setiap bangunan memiliki sistem berkelanjutan yang dapat menjaga kelestarian alam serta kualitas udara yang ada. Konsep green building merupakan salah satu konsep yang berperan dalam pembangunan berkelanjutan.

ASD (Appropriate Site Development) atau tepat guna lahan merupakan salah satu kategori dari kategori lain dalam greenship. Kategori tepat guna lahan dalam GREENSHIP Existing building ini bertujuan membangun rasa tanggung jawab, mendorong adanya inovasi, dan praktek desain yang berkelanjutan dan ramah lingkungan kepada pihak pengguna.  Pengguna bisa berkontribusi dengan menjalankan fungsi lahan gedung dan menerapkan kebijakan manajemen yang sesuai dengan konsep green building. GREENSHIP mendorong proses operasi gedung yang berada pada kawasan terpadu dengan memanfaatkan jaringan transportasi dan sarana prasaran secara maksimal. Selain itu, pemilihan lokasi juga harus mendukung ekosistem alam dan keberlanjutan kondisi komunitas sekitar.

ASD Appropriate Site Development (ASD) pada existing building terdapat 2 persyaratan. Persyaratan pertama (ASD P1) dinamakan Site Management Policy atau kebijakan manajemen lahan. Persyaratan kedua (ASD P2) adalah Motor Vehicle Reduction Policy atau Kebijakan Pengurangan Kendaraan Bermotor.

ASD P1 muncul dilatarbelakangi semakin meningkatnya pembangunan terutama di kota-kota besar tetapi tanpa diimbangi dengan lahan pembangunan yang cukup dan pertimbangan terhadap aspek lingkungan. Pembangunan yang dilakukan di kota seringkali kurang dalam memerhatikan manajemen pengelolaan gedung yang ramah lingkungan, bagaimana lingkungan lahan dalam gedung dapat memberikan kenyamanan untuk pengguna gedung tanpa menghilangkan aspek keindahan dan estetika.

Untuk itulah muncul ASD P1 sebagai syarat awal minimal, yaitu manajemen teratas berkomitmen akan melakukan pengelolan gedung berkonsepkan green building. Yang dijadikan persyaratan adalah membuat komitmen  pemeliharaan eksterior bangunan, manajemen hama terpadu dan gulma, juga manajemen habitat sekitar tapak menggunakan bahan yang tidak beracun.

Adapun ASD P2, persyaratan ini dilatarbelakangioleh semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang ada di kota terutama kota besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2009 jumlah kendaraan mobil penumpang di Indonesia adalah sebesar 7.910.407 sedangkan pada tahun 2016 jumlah tersebut meningkat hampir 2 kali lipat menjadi sebesar 14.580.666.

Setelah tiga prasyarat utama dipenuhi, maka barulah kita lihat tolok ukurnya sebagai berikut:

Tolok ukur  ASD 1 Community Accessibility (2 poin)

  1. Terdapat minimal 5 jenis fasilitas umum dalam jarak pencapaian jalan utama sejauh 1500 m dari tapak.
  2. Menyediakan fasilitas pejalan kaki yang aman, nyaman dan bebas dari perpotongan akses kendaraan bermotor untuk menghubungkan minimal 3 fasilitas umum diatas dan atau dengan stasiun transportasi masal.
  3. Adanya halte atau stasiun transportasi umum dalam jangkauan 300 m dari gerbang lokasi bangunan dengan perhitungan di luar jembatan penyeberangan dan ramp.
  4. Menyediakan shuttle bus bagi pengguna gedung untuk mencapai stasiun transportasi umum atau car pooling yang terintegrasi dengan shuttle bus tersebut. Jumlah bus minimum 2 unit.
  5. Menyediakan fasilitas jalur pejalan kaki di dalam area gedung untuk menuju ke halte atau stasiun transportasi umum terdekat, yang aman dan nyaman sesuai dengan Permen PU No. 30/PRT/M/2006 Bab 2B.

Tolok ukur ASD 2 Motor Vehicle Reduction (1 poin)

  1. Ada pengurangan pemakaian kendaraan bermotor pribadi dengan implementasi dari salah satu opsi: car pooling, feeder bus, voucher kendaraan umum, atau diskriminasi tarif parkir.

Tolok ukur ASD 3 Bicycle (2 poin)

  1. Ada parkir sepeda yang aman sebanyak 1 unit parkir per 30 pengguna gedung tetap.
  2. Ada tempat ganti baju khusus dan kamar mandi khusus pengguna sepeda untuk setiap 25 tempat parkir sepeda.

Tolok ukur ASD 4 Site Landscaping (3 poin)

  1. Adanya area lansekap berupa vegetasi (softscape) yang bebas dari bangunan taman (hardscape) yang terletak di atas permukaan tanah seluas minimal 30% luas total lahan. Luas area yang diperhitungkan adalah termasuk taman di atas
    basement, roof garden, terrace garden dan wall garden. Formasi tanaman sesuai dengan Permen PU No. 5/PRT/M/2008 mengenai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasal 2.3.1 tentang Kriteria Vegetasi untuk Pekarangan.
  2. Penambahan nilai 1 poin untuk setiap penambahan 10% luas tapak untuk penggunaan area lansekap.
  3. Penggunaan tanaman lokal yang berasal dari nursery lokal dengan jarak maksimal 1000 km dan tanaman produktif.

Tolok ukur ASD 5 Heat Island Effect (2 poin)

  1. Menggunakan bahan yang nilai albedo rata-rata minimal 0,3 sesuai dengan perhitungan pada area atap gedung yang tertutup perkerasan.
    Atau
  2. Menggunakan green roof sebesar 50% dari luas atap yang tidak digunakan untuk mechanical electrical (ME), dihitung dari luas tajuk.
  3. Menggunakan bahan yang nilai albedo rata-rata minimal 0,3 sesuai dengan perhitungan pada area non atap yang tertutup perkerasan.

Tolok ukur ASD 6 Storm Water Management (2 poin)

  1. Pengurangan beban volume limpasan air hujan dari luas lahan ke jaringan drainase kota sebesar 50% total volume hujan harian yang dihitung berdasarkan perhitungan debit air hujan pada bulan basah.
  2. Pengurangan beban volume limpasan air hujan dari luas lahan ke jaringan drainase kota sebesar 75% total volume hujan harian yang dihitung berdasarkan perhitungan debit air hujan pada bulan basah.

Tolok ukur ASD 7 Site Management (2 poin)

  1. Memiliki dan menerapkan SPO pengendalian terhadap hama penyakit dan gulma tanaman dengan menggunakan bahan-bahan tidak beracun.
  2. Penyediaan habitat satwa non peliharaan minimal 5% dari keseluruhan area tapak bangunan, berdasarkan area aktifitas hewan (home range).

Tolok ukur ASD 8 Building Neighbourhood (2 poin)

  • Melakukan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar gedung dengan melakukan salah satu dari tindakan berikut: perbaikan sanitasi, penyediaan tempat beribadah, WC umum, kaki lima dan pelatihan pengembangan masyarakat.
  • Membuka akses pejalan kaki ke minimal 2 orientasi menuju bangunan tetangga tanpa harus melalui area publik.
  • Mendedikasikan untuk kepentingan umum baik diwajibkan ataupun atas kesadaran sendiri sebagian dari lahan terbukanya untuk antara lain: utilitas umum (gardu listrik, ventilasi dan ME stasiun bawah tanah, dan sebagainya), pendukung jalur sirkulasi umum (bus bay, lay by, dropoff) atau untuk ruang terbuka hijau privat.
  • Revitalisasi bangunan cagar budaya

Tolok ukur tersebut tidak harus terpenuhi semua, tapi masing-masing memiliki poin yang jika semuanya dilakukan akan memperoleh maksimum poin 16 dari 117 poin keseluruhan kriteria perangkat penilaian GBCI. Ada beberapa predikat yang dapat dicapai suatu bangunan hijau khususnya gedung eksisting berdasarkan jumlah poin tolok ukur yang dipenuhi. Predikat tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Platinum dengan poin minimum 83 (73%)
  2. Gold dengan poin minimum 66 (57%)
  3. Silver dengan poin minimum 53 (46%)
  4. Bronze dengan poin minimum 41 (35%)

PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building).

PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id.



Referensi:

Rating Tools for Existing Building Green Building Council Indonesia (GBCI) Link

Leave a comment

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us