Membuat Skala Prioritas Dalam Penggunaan Energi

Pada bulan ini PLN telah memulai menaikan tarif pemakaian listrik, hal ini tentunya akan berdampak kepada pelanggan PLN. Mulai saat ini pelanggan PLN akan mengeluarkan biaya listrik yang lebih besar. Dampak kenaikan ini tidak saja pada pelanggan rumah tangga tetapi juga hingga industri. Pelanggan dapat mengatasinya dengan mengatur penggunaan listrik yang lebih ketat dan menggantikan peralatan yang boros energi. Pada pelanggan industri masalahnya menjadi lebih kompleks karena menyangkut biaya produksi dan akhir pada harga jual produksi.

Konservasi Energi

Langkah paling awal dalam melaksanakan penghematan energi yaitu menjalankan konservasi energi, artinya pengguna energi dalam hal adalah pelanggan PLN  mengefektifkan penggunaan energi dalam kebutuhan rumah tangga atau industri. Dalam hal ini adalah sikap pengguna energi, yang disiplin dalam menyalakan dan mematikan peralatan yang menggunakan energi, seperti sikap dalam mematikan lampu disaat penerangan tidak lagi diperlukan. Mematikan pompa air ketika tidak diperlukan , mengatur  pengaturan temperatur penyejuk udara pada suhu 26 derajat Celcius, tidak membiarkan pintu ruangan berpenyejuk udara dalam keadaan terbuka, Memasak makanan dengan wadah tertutup, dsb.

Pada langkah berikutnya pengguna energi dapat melakukan penggantian peralatan yang boros energi  seperti  penggunaan lampu pijar, AC dengan nilai EER yang rendah, memperbaiki bulding envelope (memperbaiki isolasi rumah, terutama atap rumah terhadap pengaruh panas sinar matahari).

Selanjutnya adalah pemilihan sumber energi itu sendiri. Ini sudah mencapai level dimana kita sebagai penghuni planet yang bernama Bumi dalam menjaga eco system, seperti menggunakan energi yang hijau atau yang sumbernya adalah bukan dari energi fosil seperti minyak bumi, batubara dsb.

Jadi Apa yang mesti dilakukan?

Dalam penghematan energi ada  3 hal dalam melakukan penghematan.

    1. Dari sisi sikap manusianya, adalah usaha dalam mengurangi kemubaziran dalam penggunaan energi.
    1. Melaksanakan Management Energi sehingga pemakaian energi menjadi efektif dan efisien.
  1. Mengganti peralatan yang sudah tidak efisien lagi karena faktor umur dan teknologi. (Ini sebenarnya bagian dari management energy juga, menjadi point yang penting karena diperlukan investasi peralatan).
Sehingga kalau melaksanakan langkah ini maka kita memulai usaha penghematan dari langkah yang paling rendah biayanya hingga ke langkah yang memerlukan investasi. Karena dengan melaksanakan langkah yang paling sederhanapun kita sudah akan merasakan efeknya yaitu pengurangan penggunaan energi dalam kehidupan sehari hari. PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building) dan audit energi. PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id atau email di marketing@bikasolusi.co.id

Leave a comment

WhatsApp WhatsApp us