Magnetic Bearing Chiller Si Pendingin Bebas Pelumas


 

Magnetic Bearing Chiller

Magnetic Bearing adalah bearing yang digunakan untuk peralatan berotasi dengan kecepatan tinggi. Magnetic Bearing memanfaatkan gaya elektromagnetik untuk mengangkat shaft yang berputar dan mempertahankan posisinya dengan secara aktif mengendalikan elektromagnet, membuat sama sekali tak ada kontak antara bearing dan shaft/massa yang berputar. Pengangkatan/levitation magnetik ini membuat operasi tanpa kontak dan bebas friksi/gesekan sehingga dapat mengeliminasi banyak komponen mesin. Menjadikan mesin yang bersih, dapat diandalkan, dan efisien. Tipikal Magnetic Bearing terdiri dari stator, rotor, sensor, dan elektromagnet.

Penerapannya pada chiller, khususnya kompresor chiller, karena rancangan yang membuat putaran shaft tidak mengenai bearing menjadikan kinerja peralatan dapat sangat diandalkan karena menghilangkan kemungkinan aus dan mengeliminasi terjadinya loss gesekan mekanikal pada peralatan sehingga tidak memerlukan pelumas/oli. Tanpa adanya gesekan, membuat mesin tidak bising saat beroperasi. Tanpa diperlukannya pelumas/oli akan meningkatkan durabilitas peralatan dan mengurangi usaha pemeliharaan. Beberapa komponen penunjang kinerja chiller yang berkaitan dengan oli/pelumas dapat ditiadakan sehingga peralatan menjadi lebih ringan dan mempercepat proses instalasi.

Tanpa penggunaan pelumas, akan meningkatkan efisiensi perpindahan kalor karena tak adanya pelumas yang ikut masuk ke evaporator dan kondenser (pelumas di evaporator 7-8% dapat menurunkan kinerja 13-15%).  Variable Speed Drive pada motor membuat kompresor dapat bekerja lebih efisien pada beban parsial daripada kompresor pada umumnya. Dua hal tersebut membuat kinerja/COP chiller dengan magnetic bearing dapat lebih tinggi/hemat penggunaan energi daripada chiller yang saat ini banyak digunakan.

Referensi:

http://www.synchrony.com/knowledge/how-magnetic-bearings-work.php

http://energy.gov/eere/femp/magnetic-bearing-chiller-compressors