PT Bika Solusi Perdana

Consulting & Training Services: Compliance & Risk Management | Asset Integrity Management | Technology Audit & Assessment | Process Improvement | Consultant

ISO 9001:2008 Mutlak Diperlukan dalam Persaingan Global – 1

Posted on | June 20, 2011 | Comments Off

Tantangan global yang dihadapi dunia tidak dapat dihindari baik dari sektor pemerintah maupun swasta, mau tidak mau semua pihak dituntut untuk mempersiapkan diri untuk mampu bertahan (survive) dalam mengahadapi kondisi tersebut. Seiring dengan globalisasi ini, standardisasi manajemen telah menjadi isu utama lebih khusus lagi standardisasi tentang sistem manajemen mutu. Untuk itu, suatu lembaga baik pemerintah maupun swasta perlu menyiapkan kerangka sistem mutu lembaganya ke arah yang diinginkan sesuai dengan sasaran atau tujuan akhir yang ditetapkan oleh lembaga tersebut, dalam pengertian bahwa tujuan atau sasaran mutu dari suatu lembaga mampu mencapai kesesuaian dengan keinginan yang diharapkan dari pelanggan atau mitra kerja lembaga tersebut.

Menanggapi isu tersebut diatas, salah satu standar sistem manajemen mutu yang telah berkembang di negara maju dan bahkan di negara-negara berkembang adalah ISO 9001:2008 yang merupakan revisi dari ISO 9001:2000. Standar ini merupakan sarana atau alat untuk mencapai tujuan mutu dalam menerapkan Total Quality Control yang diharapkan mampu menjawab perkembangan globalisasi dimana tujuan akhirnya adalah mencapai efektifitas dan efisiensi suatu organisasi. Standar ini merupakan salah satu standar yang diakui secara internasional, yang selanjutnya sudah diadopsi oleh Indonesia menjadi SNI ISO 9001:2008.

Standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 merupakan suatu hal yang di anggap masih relatif baru di Indonesia. Namun karena tuntutan masyarakat serta kondisi yang ada, nampak perkembangan penerapan standar ini pada organisasi-organisasi di Indonesia menunjukan angka yang cukup signifikan. Hal ini menunjukan bahwa standar ini sudah mulai akrab dan diakui manfaatnya bagi suatu organisasi.

“Mutu” Penting bagi Organisasi

Pengertian tentang mutu atau kualitas ini pada awalnya bersifat netral dan secara perlahan bergerak kearah yang lebih positif, diyakini bahwa upaya untuk meningkatkan mutu akan menyibukkan berbagai pihak selama beberapa dasawarsa mendatang agar suatu organisasi mampu bertahan (survive) pada masa globalisasi ini.

Ada anggapan bahwa untuk dapat mencapai produk yang bermutu tidak terlepas dengan meningkatnya biaya produksi, namun dapat dibuktikan bahwa menghasilkan produk yang bermutu atau jasa yang memuaskan pelanggan akan mendatangkan manfaat yang lebih bagi organisasi. Manfaat secara umum yang dirasakan secara langsung setidaknya adalah keuntungan peningkatan pangsa pasar sebagai dampak positif dari kepuasan konsumen. Peningkatan permintaan akan diikuti dengan peningkatan volume dan efisiensi produksi.

Proses Sertifikasi

Sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 bukanlah sesuatu yang didapat dalam sekejap, namun hasil dari usaha perbaikan oleh semua pihak yang ada dalam suatu organisasi. Sertifikasi merupakan bentuk pengakuan dari pihak independen terhadap suatu organisasi yang sudah menerapkan sitem manajemen mutu yang menjadi acuannya.

Adanya sertifikasi ini memberikan bukti bahwa standar tersebut benar-benar sudah diterapkan,  tetapi satu hal yang harus diperhatikan bahwa sertifikasi bukan menjadi tujuan akhir, sebab banyak organisasi yang mengejar sertifikasi karena diminta oleh mitra kerjanya tanpa disertai upaya untuk melakukan peningkatan atas kinerja sistemnya.

Proses sertifikasi tidaklah terlalu rumit, namun memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang dari keseluruhan yang terlibat dalam suatu organisasi. Proses sertifikasi dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi yang telah diakreditasi secara nasional atau internasional. Langkah-langkah dasarnya adalah sebagai berikut:

  1. Organisasi menetapkan komitmen dalam menerapkan sistem manajemen mutu.
  2. Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 pada unit-unit organisasi yang telah ditetapkan.
  3. Penetapan/penunjukan Lembaga Sertifikasi. Pertimbangan utama dalam melakukan penunjukan Lembaga Sertifikasi antara lain status akreditasi, kredibilitas, dan pengakuan atas Lembaga Sertifikasi.
  4. Penilaian semua aspek manajemen dan pelaksanaan kegiatan. Penilaian dilakukan dalam 2 (dua) bentuk yaitu penilaian/audit internal dan penilaian/audit eksternal yang dilakukan oleh Tim Auditor dari Lembaga Sertifikasi Independen.
  5. Pemberian sertifikat ISO 9001:2008. Sertifikat dapat diberikan apabila organisasi sudah dianggap layak dan memenuhi kriteria yang di tetapkan dalam standar ISO 9001:2008 serta sudah tidak ditemukan lagi ketidaksesuaian yang masuk dalam katagori MAJOR. Masa berlakunya sertifikat ini adalah selama 3 (tiga) tahun setelah diterimanya sertifikat.
  6. Surveillance Audit / Pengawasan Ulang. Surveillance dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali setelah diterimanya sertifikat yang dimaksudkan untuk mengevaluasi efektifitas penerapan ISO 9001:2008 serta apabila terjadi perubahan / perkembangan yang dilakukan dalam penerapan sistem.

Bersambung ke BAGIAN 2

(Artikel ini diadaptasi dari Bulletin INFOMUTU – PSA DEPTAN Edisi Desember 2002, hlm. 1)

www.bikasolusi.co.id

Konsultan BSP dapat membantu organisasi/lembaga/perusahaan/instansi Anda dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Silahkan hubungi kami di SINI.

Related posts:

  1. Implementasi ISO 9001:2008 pada Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung
  2. Implementasi ISO 9001 pada Institusi Sekolah
  3. Penerapan ISO 9001:2008 di Industri Jasa Pelayanan
  4. Manfaat Penerapan ISO 9001:2008
  5. ISO 9001: Quality Management System

Comments

Comments are closed.

  • Customer Service

  • Skype Status

  • Add BSP on Facebook

  • Follow Us On Twitter

  • Tags

  • Hit Counter