Industri Hijau

industri hijau Pembangunan industri memiliki banyak dampak positif dalam skala mikro dan makro terhadap ekonomi. Namun, sebagai pengguna energi yang cukup besar, ada keterbatasan pada ketersediaan sumber daya alam dan keterbatasan daya dukung lingkungan dalam menerima limbah dan emisi industri. Oleh sebab itu pembangunan yang berpedoman pada keberlangsungan nilai ekonomi, keterlibatan sosial, dan perlindungan terhadap kualitas lingkungan hidup atau yang dikenal dengan industri hijau harus segera dilakukan. Industri hijau berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk mendukung berkembangnya Industri Hijau, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia akan memberikan penghargaan Industri Hijau bagi industri yang memenuhi kriteria penilaian. Selain itu pemerintah saat ini pun tengah membakukan Standar Industri Hijau melalui Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 51/M-IND/PER/6/2015 mengenai Pedoman Penyusunan Standar Industri Hijau. Adapun berdasarkan Pedoman Penilaian Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau  tahun 2013 oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, lingkup penilaian dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut:
  • Kategori Industri Kecil Menengah (IKM)
  • Kategori Industri Besar
Kriteria penilaian untuk Industri Besar didasarkan pada hal-hal berikut:
  • Proses Produksi, meliputi program efisiensi produksi, penggunaan material input, energi (salah satunya dengan melakukan audit energi secara berkala), air, teknologi proses, produk, sumber daya manusia dan lingkungan kerja.
  • Kinerja pengelolaan limbah/emisi, meliputi upaya penurunan emisi karbondioksida, pemenuhan baku mutu lingkungan dan sarana pengelolaan limbah/emisi
  • Manajemen perusahaan, meliputi sertifikasi, Corporate Social Responsibility, penghargaan yang pernah diterima dan kesehatan karyawan
Untuk kriteria penilaian Industri Kecil Menengah adalah sebagai berikut:
  • Proses produksi, meliputi program efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, produk, dan sumber daya manusia
  • Pengelolaan Lingkungan dan Kesehatan Kerja, meliputi pengelolaan limbah dan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L)
  • Manajemen perusahaan, meliputi sertifikasi, Corporate Social Responsibility dan penghargaan yang pernah diterima
Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai industri hijau antara lain:
  1. Meningkatkan upaya-upaya pengelolaan internal/housekeeping
  2. Meningkatkan proses pengawasan
  3. Melakukan daur ulang bahan/material
  4. Melakukan modifikasi pada peralatan yang ada
  5. Menerapkan teknologi bersih yaitu semua produk, jasa, dan proses yang mendayagunakan bahan ramah lingkungan dan sumber energi terbarukan, mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam secara drastis, dan mengurangi atau mengeliminasi emisi gas dan sampah.
  6. Melakukan perubahan bahan baku dengan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan
  7. Melakukan modifikasi produk
  8. Pemanfaatan produk samping yaitu produk dengan nilai total relatif kecil dan dihasilkan secara bersamaan dengan produk yang nilainya lebih besar atau produk utama
Oleh sebab itu, dengan memenuhi kriteria penilaian Industri Hijau, suatu industri dapat memperoleh manfaat antara lain:
  1. Meningkatkan keuntungan melalui peningkatan efisinsi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengolahan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping
  2. Meningkatkan image perusahaan
  3. Meningkatkan kinerja perusahaan
  4. Mempermudah akses pendanaan
  5. Flexibilitas dalam regulasi
  6. Terbukanya peluang pasar baru
  7. Menjaga kelestarian fungsi lingkungan
  8. Bika Solusi Perdana merupakan partner konsultasi bagi pemilik dan/atau pengelola industri dalam upaya meningkatkan efisiensi dan konservasi energi dengan melakukan aktivitas Audit Energi Industri. Apabila Perusahaan Bapak/Ibu ingin mengetahui lebih lanjut dari layanan Audit Energi Industri silakan menghubungi direct contact staf marketing kami :  marketing@bikasolusi.co.id.
PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building) dan audit energi. PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id atau email di marketing@bikasolusi.co.id Referensi: Pedoman Penilaian Penghargaan Industri Hijau Kementerian Perindustrian tahun 2013 Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian

Leave a comment

One thought on “Industri Hijau”

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us