Efek Rumah Kaca (Greenhouse Effect)

Efek Rumah Kaca
Sumber: http://www.livescience.com/37743-greenhouse-effect.html

Greenhouse Effect atau efek rumah kaca adalah proses penghangatan permukaan suatu benda langit (planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Bumi memperoleh energi matahari untuk menghangatkan permukaannya dan sebagai sumber cahaya. Energi matahari tersebut masuk melalui atmosfer dan sebagian dipantulkan kembali. Permukaan bumi kemudian menyerap sebagian energi tersebut dan melepas sebagian lagi ke atmosfer sebagai radiasi inframerah dan beberapa kembali ke luar angkasa.  Namun, radiasi inframerah yang dipancarkan bumi tersebut sebagian terperangkap gas rumah kaca dalam atmosfer sehingga terpantul kembali ke permukaan bumi dan meningkatkan temperatur permukaan.

Gas di atmosfer yang berkontribusi atas terjadinya efek rumah kaca adalah karbondioksida, metana, uap air, dinitrogen oksida, dan CFC. Gas tersebut menyerap radiasi inframerah yang dipancarkan bumi dan meradiasikan kembali energi tersebut sebagai panas ke bumi, menyebabkan penghangatan yang disebut efek rumah kaca. Oleh sebab itu, efek rumah kaca yang terbentuk secara alami membawa dampak positif karena berperan sebagai selimut bumi yang menjadikan temperatur permukaan stabil.

Bila tak ada efek rumah kaca, maka pergantian temperatur di bumi pada siang dan malam hari akan terjadi dengan sangat ekstrim. Siang hari akan terasa sangat panas karena cahaya matahari seluruhnya masuk ke bumi tanpa tersaring. Begitu juga pada malam hari akan sangat dingin, karena radiasi inframerah semuanya dilepaskan bumi tanpa ada yang dipantulkan kembali ke permukaan untuk menghangatkan.

Penghangatan karena gas rumah kaca ini akan terus bertambah karena manusia dalam aktivitas kesehariannya terus menambahkan gas rumah kaca ke atmosfer. Semakin bertambahnya kadar gas penyebab efek rumah kaca tersebut di lapisan atmosfer, maka akan semakin banyak pula panas yang diradiasikan bumi terperangkap gas rumah kaca sehingga menyebabkan naiknya temperatur permukaan bumi. Bila efek rumah kaca ini terus terjadi dengan jumlah gas rumah kaca yang semakin bertambah, akan menyebabkan bumi semakin panas. Efek rumah kaca yang terbentuk karena hasil aktivitas manusia yang berlebihan ini yang berdampak negatif yang kemudian disebut penyebab terjadinya pemanasan global.

Pemanasan global berdampak buruk bagi kehidupan. Meningkatnya temperatur permukaan bumi akan menyebabkan es di kutub cepat mencair sehingga menyebabkan meningkatnya ketinggian air laut dan berpotensi menenggelamkan banyak wilayah di dunia. Temperatur yang tinggi juga akan mempercepat proses penguapan air dan meningkatkan kemampuan atmosfer menampung uap air. Hal ini akan menyebabkan beberapa wilayah dilanda kekeringan dan wilayah lain diguyur hujan lebat hingga badai. Oleh sebab itu, meski sulit untuk dihentikan, kita harus menghambat laju meningkatnya akumulasi gas rumah kaca di atmosfer.

Bagaimana caranya untuk menangani hal tersebut?

Kita bisa mulai dari sekitar dengan mengevaluasi pemakaian konsumsi energi listrik. Energi listrik diproduksi di pembangkit yang sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energinya sehingga semakin besar kita mengkonsumsi listrik maka semakin besar pula emisi karbondioksida yang dikeluarkan. Setelah melakukan evaluasi, kita perlu mencari cara untuk melakukan efisiensi dan konservasi energi. Rangkaian aktivitas tersebut yang biasa kita sebut “audit energi”.

PT Bika Solusi Perdana (BSP) memiliki tenaga ahli, pengetahuan dan keahlian tentang sistem peralatan mekanikal dan elektrikal untuk bangunan gedung maupun industri sehingga siap membantu dalam penerapan bangunan hijau (Green Building) dan audit energi. PT Bika Solusi Perdana (BSP) telah sukses membantu antara lain gedung RS Haji, gedung Harco Pasar Baru, Sequis Center, MidPlaza dan BRI II. Selain itu auditor/konsultan BSP juga memiliki pengalaman di industri besar seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant, PT Pertamina TBBM Tanjung Gerem dan Plumpang, Surya Toto, PT Cheetham Garam Indonesia, industri kertas, tekstil, dan sebagainya. Untuk lebih lengkap mengenai profil kami dapat dilihat pada website www.bikasolusi.co.id atau email di marketing@bikasolusi.co.id

Referensi:

http://earthguide.ucsd.edu/earthguide/diagrams/greenhouse/

Leave a comment

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us