Business Improvement: Next Step after Company Recognized ISO 9001

BUSINESS IMPROVEMENT:
Next Step after Company Recognized ISO 9001 Registration

Ir. Henky Suskito Nugroho, M.T. *)

Saat ini lebih kurang 5000 perusahaan di Indonesia telah meraih serta mempertahankan standar sistem manajemen mutu (QMS) ISO 9001 sebagai best practice QMS yang digunakan guna meningkatkan daya saing, daya jual serta citra perusahaannya. Guna mendukung harapan direksi / manajemen perusahaan dalam peraihan tersebut, baik inhouse consultant serta ISO Consultant telah membantu perusahaan dalam set-up serta implementasi best practice tersebut agar memenuhi persyaratan minimum kesesuaian (compliance) QMS terhadap ISO 9001.

Dengan adanya komitmen penuh dari direksi/ manajemen perusahaan serta didukung internal task force dan konsultan, pada umumnya perusahaan yang ada berhasil meraih serta mempertahankan pengakuan internasional ISO 9001, dimana merupakan suatu jaminan dari pihak independen bahwa kriteria minimum QMS diterapkan secara konsisten serta sesuai dengan standar ISO 9001 tersebut.

Setelah diraihnya pengakuan internasional tersebut, upaya / effort yang dilakukan manajemen perusahaan pada umumnya terlihat hanya upaya guna memuaskan badan sertifikasi (certification body) serta meraih dan mempertahankan “image” ISO 9000 registration company. Sebagian besar penerapan QMS di perusahaan hanya terlihat “berjalan ditempat” serta tidak ada upaya guna mencapai sasaran lanjutan dalam meningkatkan daya saing (competitive advantages) serta daya jual perusahaan.

Disisi lain, permintaan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) terhadap organisasi perusahaan semakin meningkat. Peningkatan permintaan stakeholder antara lain meliputi peningkatan revenue, profit dan deviden (shareholder), kecepatan tanggapan, mutu, biaya serta waktu (customer), kepuasan kerja, rewards & security (employees), ramah lingkungan serta social accountability (community). Dengan demikian bisnis saat ini sangat membutuhkan adanya sistem yang tanggap serta dapat bereaksi cepat terhadap perubahan lingkungan bisnis. ISO 9001 merupakan best practices dimana memberikan suatu acuan dalam memberikan suatu jaminan terhadap pemenuhan kriteria QMS yang ditetapkan, dan bukan merupakan business improvement tool guna menetapkan business strategy, business plan ataupun objectives. Akan tetapi hingga saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa dengan menerapkan QMS sangat membantu dalam mencapai sasaran bisnis perusahaan (business objectives).

Dengan diraihnya pengakuan ISO 9001 diharapkan merupakan suatu target/ sasaran awal perusahaan dalam penerapan QMS, sedangkan sasaran pokok perusahaan adalah peningkatan berkelanjutan (continual business improvement) guna memenuhi target bisnis dimasa datang (future business targets). Untuk itu organisasi perusahaan perlu dilengkapi serta dibekali dengan business improvement tools yang dapat membantu dalam mengidentifikasi persepsi & ekspektasi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder needs & expectation), analisis gap, penetapan business strategy & objectives, peningkatan proses bisnis, action plan, dll.

Guna mendukung hal tersebut, saat ini telah dikembangkan business improvement tools, antara lain: Balanced Scorecard, Six Sigma, QFD, FMEA, dll. Dengan mengintegrasikan serta saling melengkapi antara QMS dengan business improvement tools diharapkan dapat diperolehnya sistem perusahaan yang handal dalam:

  1. Merespons dengan cepat perubahan lingkungan bisnis & persyaratan stakeholder,
  2. Menyediakan pengendalian bisnis proses (control of processes),
  3. Mengukur efektivitas dan efisiensi dari kinerja financial & non financial,
  4. Mendorong peningkatan bisnis secara berkelanjutan (continual business improvement)

*) Senior LecturerUniversity of Indonesia, Lead Auditor & Business Improvement Advisor

www.bikasolusi.co.id

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
WhatsApp WhatsApp us